Obat Flu Burung Racun bagi Remaja?

Obat Flu Burung Racun bagi Remaja? Yuk kita telusuri. Pada 13 Mei 2008, kecemasan timbul terhadap efek samping dari obat flu burung Tamiflu terhadap para remaja. Tamiflu adalah antivirus untuk influenza umum A dan B yang dibuat oleh Hoffman La Roche’s[1] di Swiss, tetapi digunakan juga untuk melawan flu burung. Walau demikian, kekhawatiran telah muncul tentang kemungkinan obat tersebut menimbulkan kerusakan mental bagi remaja. Walaupun obat ini menjadi satu-satunya obat yang terakreditasi oleh WHO (World Health Organization) sebagi efektif melawan virus H5N1, Pemerintah Jepang dan Korea melarang obat tersebut diberikan kepada remaja.

Badan Makanan dan Obat-obatan Korea mengumumkan bahwa obat tersebut tidak diperkenankan untuk diberikan kepada para remaja antara 10 hingga 19 tahun, kecuali dalam kondisi yang sangat mendesak. Keputusan pemerintah ini dikeluarkan setelah Badan Kesehatan Jepang melarang obat ini diberikan kepada para remaja pada bulan Maret 2007.

“Sepertinya rekan-rekan keluarga Bush menerima banyak kontrak yang menguntungkan, terima kasih pada flu burung. Apakah ini suatu kebetulan? Apakah Flu burung diciptakan sebagai alat untuk mengendalikan populasi, dan sekaligus membuat perusahaan-perusahaan farmasi “tertentu” menjadi semakin kaya?”  Baca juga artikel: jual gula stevia

Sejak saat itu , ada  1.268 kasus perilaku luar biasa yang dilaporkan, dan 85% adalah remaja. Mereka dilaporkan melakukan bunuh diri dengan cara melompat dari gedung-gedung atau mobil.[2]

 Glaxo Memenangkan Izin untuk Menjual Vaksin Flu Pra-Pandemi

 Pada 19 Mei 2008, GlaxoSmith Kline Plc, Produsen obat-obatan terbesar di Eropa, memenangkan izin untuk menjual vaksin flu pra-pandemi yang bernama Prepandrix, terjual di 29 negara untuk melindungi rakyatnya dari virus sebelum atau di masa awal pandemi.[3]

Peringatan para ilmuwan terhadap Epidemi Flu Burung

(27 Mei 2008)

Para ilmuwan memperingatkan pada hari Senin bahwa keturunan flu burung telah maju mendekati pengembangan ciri-ciri yang dibutuhkan untuk menciptakan suatu epidemi di kalangan manusia. Para peneliti yang menganalisa sampel virus burung yang terbaru menemukan turunan virus yang bernama H7N2 yang dapat beradaptasi lebih baik pada mamalia hidup. [4]

Para ilmuwan mengidentifikasi turunan kedua H7 yang dapat menimbulkan Pandemi

(27 Mei 2008)

 

Menurut para ilmuwan Amerika, Flu burung turunan H5N1 sejauh yang ini telah membunuh 241 orang bukan satu-satunya yang dapat menciptakan pandemi. Para ilmuwan telah menemukan bahwa beberapa turunan H7 sudah mulai berevolusi menjadi turunan yang dapat secara mudah menginfeksi manusia.

[1] Perusahaan ini memiliki banyak tempat di seluruh duia – termasuk: Nutley, NJ, Palo Alto, Kalifornia, Pleasanton, Branchburg, Indianapolis, Indiana, dan Florence, Karolina Selatan di AS, Welwyn Garden City dan Burgess Hill

[2] The Korean Times / 2008-05-13

[3] http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=20601102&sid=a2g4snFNOV2o

[4]http://www.telegraph.co.uk/news/worldnews/northamerica/usa/2035638/Scientists-warn-of-bird-flu-epidemic.html